Skip to content

PRODUKSI TEATER: Antara Komando, Cinta, dan Ketegasan (Bagian I)

Tragedi Macbeth, Graha Bhakti Budaya, TIM, 2009

Sebagai sebuah teater kampus yang banyak masalah, mulai dari kesulitan dana hingga sumber daya manusia, tiga unsur utama yang menurut saya wajib dimiliki oleh seorang pimpinan produksi adalah komando, ketegasan, dan cinta. Ketiga unsur tersebut menjadi penting karena fase persiapan pementasan adalah bagian paling menyebalkan, memuakkan, dan sarat akan ledakan emosi. Kendati demikian, saya yakin Anda yang sukses melewati fase ini akan berkembang setingkat lebih baik dari sebelumnya.

I. Komando

Poin pertama adalah komando. Sebagai seorang pemimpin, Anda harus memiliki komando untuk memberikan koordinasi kepada staf kepanitian. Tentunya, susunan kepanitian pementasan teater harus dibentuk terlebih dahulu.

Adapun, secara garis besar, susunan kepanitian sebuah pementasan teater adalah sebagai berikut:

  1. Pimpinan Produksi – Orang yang menjadi pemimpin utama dalam produksi teater. Tugas utamanya adalah memastikan semua alur tugas berjalan dengan lancar sehingga pementasan sukses terlaksana.
  2. Sekretaris Produksi – Biasanya mendampingi pimpinan produksi karena tugasnya terkait langsung dengan surat menyurat baik itu untuk peminjaman ruang latihan, gedung pementasan, serta peralatan dan perlengkapan pendukung pementasan lainnya.
  3. Bendahara Produksi – Tugas utamanya adalah memastikan neraca keuangan selama pementasan berjalan dengan lancar serta bertanggung jawab. Bendahara juga wajib menyiapkan laporan keuangan pementasan yang biasanya akan ditagih para pemberi sponsor.
  4. Koordinator Latihan – Dia bertanggung jawab atas kelancaran proses latihan yakni dengan mengatur jadwal, memastikan pemain datang tepat waktu, serta menyiapkan keperluan pendukung latihan lainnya.
  5. Koordinator Publikasi – Pementasan teater tidak akan sukses tanpa penonton. Oleh karena itu dibutuhkan koordinator publikasi guna menggaet penonton dengan berbagai intrik dan cara.
  6. Koordinator Dana & Usaha – Selain tanpa penonton , pementasan teater juga akan sulit berjalan apabila tidak ada dana pendukung. Jujur saja, saat ini agak sulit mencari sponsor pementasan teater, kecuali bagi teater yang sudah punya ikon tokoh terkenal dan nama besar. Jadi, butuh seorang koordinator dana dan usaha yang cakap dan marketing-able untuk memastikan kelancaran persiapan pementasan teater.
  7. Koordinator Perlengkapan – Tugas utamanya adalah menyiapkan perlengkapan pendukung untuk pementasan teater.
  8. Koordinator Dokumentasi – Seorang pemain akan mencari-carinya dalam 10 tahun mendatang setelah pementasan hanya untuk melihat momen ketika ia beraksi di atas panggung. Jadi, tugas koordinator ini juga penting.
  9. Koordinator Ticketing – Bagian untuk mengurus tiket. Tugasnya tidak sepele. Dia harus mampu berkoordinasi dengan pemilik gedung pertunjukan, memastikan tiket tercetak dengan baik sesuai jumlah kursi penonton, menjual tiket, mengatur posisi penonton, melaporkan hasil penjualan ke bendahara, serta melayani para penonton yang bertanya.
  10. Koordinator konsumsi – No crEATivity without EAT. Jadi, bagaimanapun juga, tugas koordinator konsumsi sangat mulia karena menyangkut hajat hidup para pemain dan kru guna menjamin mereka selalu bertenaga dan sehat walafiat.

Selain itu, Anda juga wajib menyusun struktur kru panggung yang terdiri dari:

  1. Sutradara
  2. Manajer Panggung
  3. Tata Panggung
  4. Tata Lampu
  5. Tata Artistik
  6. Tata Musik
  7. Tata Rias
  8. Tata Busana

Lalu, setelah Anda berhasil memimpin seluruh staf kepanitian, buatlah timeline kegiatan persiapan pementasan. Manajer produksi harus sering berkoordinasi dengan sutradara, khususnya mengenai kepastian cerita dan para pemain.

Setelah cerita dan kebutuhan jumlah pemain siap, maka buatlah proposal pementasan, lalu dicetak sesuai kebutuhan, dan kemudian disebarkan ke target sponsor prospektif yang telah disusun sebelumnya dengan koordinator dana dan usaha.Sambil menanti jawaban dari para sponsor yang tak pasti, siapkanlah proses audisi pemain sesuai kebutuhan sutradara. Jika menggunakan sistem audisi terbuka, maka Anda harus menyiapkan bahan publikasi untuk audisi tersebut.

Sutradara nantinya akan menyeleksi para pemain yang memiliki kemampuan sesuai dengan kebutuhan pementasan. Sebagai catatan, tim produksi sebaiknya bersiap-siap untuk melaksanakan audisi lanjutan apabila sutradara gagal menemukan pemain yang cocok atau pemain terpilih tiba-tiba mengundurkan diri di tengah proses latihan. Ini banyak terjadi. Jadi berhati-hatilah.

Kemudian, setelah audisi rampung, sutradara akan memulai latihan. Biasanya latihan dimulai dari membaca naskah, mendiskusikan isi naskah, tokoh, dan hal penting lainnya. Setelah itu, latihan akting mencari karakter serta menjalankan plot cerita pun dimulai.

***

Bersambung ke tulisan berikutnya…

Maftuh Ihsan
Maftuh Ihsan Editor

Menjalani kehidupan bersama Teater Sastra UI sejak 2006, Maftuh telah bermain dalam beberapa pementasan seperti “Rumah Bordil Inc.” (2007), "Tragedi Macbeth" (2009), Trilogi "Sketsa Robot" (2010), dan "Baju Baru Sang Raja" (2011). Saat ini dia bekerja sebagai reporter di salah satu media cetak ekonomi ternama di Indonesia.

Leave a Reply