Details

Date :
04/04/2016
Time :
04:00 PM
Location :

Auditorium Gd. IX FIB UI

Address :

Gedung IX, Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya, Universitas Indonesia

Email :
sastra.teater@gmail.com
Phone :
0812-9753-2032 (Denia)

Description

Teater Sastra UI mempersembahkan produksi ke-391, yang terdiri dari pementasan dan diskusi bertajuk :

“Nonton Latihan”

Acara ini akan diselenggarakan pada tanggal 4-5 April 2016. Dalam acara ini akan terdapat dua pementasan, yaitu :

“TITIPAN”

karya/sutradara : Maftuh Ihsan

 

“Jagat Asih, Riwayatmu Kini”

karya/ sutradara : Fathur R. Arroisi

 

Kemudian dilanjutkan diskusi terbuka dengan tema :

“Mengupas Proses Penciptaan Pentas Teater”

Narasumber : I Yudhi Soenarto

 

Uang Kontribusi : Rp 15.000,00 / 1 pementasan

Untuk pemesanan tiket, hubungi Denia (0812-9753-2032)

 

Sinopsis

“TITIPAN” 

Jayanegara, pengusaha mebel yang hampir gulung tikar meminta bantuan kepada pengusaha konveksi, Danadyaksa. Namun, bisnis tetap lah bisnis, selalu bersyarat. Dua keluarga kaya itu bersatu, dengan ambisi berbeda. Putra dari keluarga Jayanegera mengejar politik, sedangkan anak perempuan dari keluarga Danadyaksa berambisi mengembangkan bisnis milik keluarga.

Namun, ambisi keduanya sulit bersatu karena keegoisan dan logika masing-masing. Aditya, putra Jayanegara, ingin berkuasa, sementara Adia, putri Danadyaksa, hanya menginginkan kesenangan dunia semata. Pada akhirnya, putra mereka, Anindya menjadi korbannya.

“Titipan” merupakan drama tiga babak dengan alur mundur yang mencoba membingkai sejumlah permasalahan yang ada di masyarakat ke dalam struktur kecil dari masyarakat itu, yakni keluarga. Tidak hanya menyoroti apa yang terjadi di dalam keluarga tersebut, kompleksitas permasalahan dunia politik pun turut dipotret, isu sosial disentil, serta perbedaan kelas yang berujung pada kepentingan tiap individu akan digambarkan dalam adegan dan dialog para tokoh.

Lalu, bagaimana nasib Anindya yang diabaikan orang tuanya dan hanya dititipkan pada pembantunya?

 

“Jagat Asih, Riwayatmu Kini”

Cerita ini mengisahkan salah satu penggusuran di sebuah daerah bernama Jagat Asih, sebuah kampung yang terletak di pinggiran kota, di batasi oleh dataran tinggi dan sungai yang menghidupi segala kebutuhan warganya.

Beragam profesi digeluti warga Jagat Asih, tidak ketinggalan profesi-­profesi gelap yang menghiasi dunia malam. Sering mendapatkan kecaman dan hinaan dari warga sekitar dan masyarakat kota selama berpuluh-­puluh tahun tidak menyurutkan semangat warga Jagat Asih untuk mencari nafkah.

Upaya-­upaya untuk menggusur kampung Jagat Asih bukanlah yang pertama – selama ini selalu ada pihak atau kelompok yang menginginkan penggusuran Jagat Asih – sungguh naas di pucuk sejarahnya sekarang, warga Jagat Asih harus menelan pil pahit, setelah pemerintah daerah setempat mengambil langkah tegas untuk menggusur Jagat Asih.

Berdasarkan dokumen yang dimiliki Dinas Pertamanan dan PEMDA, wilayah geografis Jagat Asih sebenarnya berstatuskan “Jalur Hijau”. Hal ini dijadikan alasan utama pemerintah atas instruksi gubernur untuk menggusur wilayah Jagat Asih dan mengembalikan fungsinya menjadi Ruang Terbuka Hijau (RTH), walaupun sebenarnya ada alasan lain yang tidak dikemukakan pemerintah.

Para warga yang digusur dijanjikan pemerintah untuk direlokasi ke rusun-­rusun yang sudah disediakan PEMDA. Joko Nartono, seorang guru honorer yang mengabdi di sekolah lokal, adalah salah satu warga yang menolak rencana penggusuran pemerintah daerah.

Ia menggalang kekuatan dan opini bersama warga untuk membatalkan rencana tersebut dengan bantuan seorang tokoh masyarakat bernama Datuk Banua Anam. Bersama Datuk Banua Anam, Joko dan puluhan kepala keluarga Jagat Asih menggalang kekuatan untuk melobi rencana pemerintah.

Usaha untuk menolak rencana ini bukan hal yang mudah bagi Joko karena ia tidak hanya berhadapan dengan pemerintah, namun juga keluarganya (anak, istri) sendiri yang tidak menyetujui sikapnya untuk melawan. Apakah perlawanan Joko dan warga Jagat Asih mampu membatalkan rencana penggusuran tersebut?

Event Location

Latest Events

26 Thu
POSTER MENCARI NURANI

Teater Sastra UI Mempersembahkan “Mencari Nurani”

Auditorium Gd.IX FIB UI 04:00 PM

“Beri aku nurani, aku butuh seribu nurani
Untuk kubagi
Pada mayat-mayat
Yang menjerit di dalam hati”
(I Yudhi Soenarto, Mencari Nurani, 1999)

Learn More
03 Fri
trainstation-1540201-1279x944

Petang Puisi VIII: Pulang

Ruang Serbaguna 4101 05:00 PM

Istilah “pulang” menemui maknanya yang beragam ketika dipertemukan dengan pribadi tertentu dalam konteks tertentu.

Learn More
05 Tue
Poster Karma_Tesas

Teater Sastra UI Mempersembahkan “KARMA”

Auditorium Gd. IX FIB UI 04:00 PM

“Pokoknya Aini harus sembuh!” Tapi doa dan harapan saja tidak cukup untuk mengobati kanker darah yang diderita Aini.

Learn More
26 Thu
Indonesia Timur

Peluncuran dan Diskusi Buku: Indonesia Timur dalam Novel Lukisan Tanpa Bingkai

Auditorium 1101 03:00 PM

Indonesia Timur dalam Novel Lukisan Tanpa Bingkai merupakan karya Ugi Agustono.

Learn More