Details

Date :
05/26/2016
Time :
04:00 PM
Location :

Auditorium Gd.IX FIB UI

Address :

Gedung IX, Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya, Universitas Indonesia

Email :
sastra.teater@gmail.com

Description

Namaku Yuyun, Aku Korban Kebodohan

Maraknya pemberitaan yang viral di media mengenai kasus kekerasan seksual menunjukkan bahwa masyarakat mulai waspada atas banyaknya kasus yang selama ini sering tersembunyikan. Sejak kasus YY di Bengkulu mulai diangkat di media massa dan terpublikasi secara viral di media sosial, banyak kasus lain berani untuk disuarakan. Persoalannya tidak hanya mengenai informasi yang tidak tersebar merata, melainkan mengenai pola pikir masyarakat yang cenderung diskriminatif terhadap korban kekerasan seksual. Berbagai opini hadir terkait kasus-kasus yang muncul ini yang menyentuh banyak aspek seperti persoalan gaya hidup, perkembangan teknologi, hingga hukum yang bias.

Kecenderungan menyalahkan korban—dalam konteks ini perempuan sebagai korban perkosaan—menunjukkan ada nuansa misoginis dalam pola pikir masyarakat. Korban memilih diam menjadi wajar karena stigma yang lekat dalam kognisi masyarakat yang menempatkan perempuan sebagai warga kelas dua dalam hirarki masyarakat patriarkal. Sistem dalam negara tidak memberikan ruang bagi suara korban, sebagai suara dari pengalaman yang berbeda. Penyakit kognitif ini menunjukkan ada pembiaran atas logika berpikir yang tidak logis—tetapi menjadi dibenarkan atas nama sistem. Jika hanya menyalahkan beberapa hal yang terkesan terkait dengan kasus perkosaan (misal: minuman keras, pornografi, teknologi, hukuman dan aturan yang bias), maka hanya akan memaksakan solusi jalan pintas yang pada dasarnya tidak akan menyelesaikan persoalan besar yang terkait dalam hal ini: persoalan kemanusiaan.

Dalam menyikapi persoalan hilangnya kepedulian atas kemanusiaan ini, Teater Sastra UI melihat sebuah gangguan epistemik dalam masyarakat, sehingga kami bereaksi sebagai bagian dari sivitas akademika. Bagi kami, bukan masalah menggembar-gemborkan satu kasus—kasus YY di Bengkulu—yang jadi sorotan belaka, melainkan berbagai variabel yang menjadi fenomena gunung es di masyarakat. Di mulai dari lompatan pemahaman atas teknologi, etika kepedulian dalam kemanusiaan, hingga kesadaran tiap individu untuk melihat persoalan secara manusiawi.

 

Mencari Nurani

Barangkali Anda masih ingat Petang Puisi – tahun lalu kami adakan dengan tema “Pulang” bertepatan dengan bulan Ramadhan. Dengan ini pulalah reaksi manusiawi kami atas isu kekerasan seksual yang marak diberitakan di masyarakat kami hadirkan. Oleh karena itu, kami ruwat Petang Puisi dengan urgensi kemanusiaan yang lebih tinggi: Mencari Nurani.

Rangkaian acara “Mencari Nurani” akan ditutup dengan Produksi ke-392 Namaku Yuyun, Aku Korban Kebodohan karya I Yudhi Soenarto dengan turut melibatkan beberapa tokoh masyarakat sebagai bentuk kritik sosial atas kasus ini. Pementasan ini menjadikan “Yuyun” sebagai simbol atas korban-korban kekerasan seksual sekaligus simbol korban duka kemanusiaan. Menghadirkan berbagai perspektif, mulai dari korban, keluarga korban, pelaku, ahli hukum, dan psikolog, pementasan ini mengajak kita mempertanyakan pada akhirnya: “Jadi, siapa yang salah?”

Nuansa duka atas kekerasan seksual dan duka kemanusiaan akan kami angkat dalam kegiatan Mencari Nurani. Ibarat menghadirkan rasa takut dan kecemasan atas kematian, maka kami ingin seluruh elemen yang terlibat merasa dekat dengan kasus yang terjadi ini. Kasus YY dan kasus kekerasan seksual lainnya bukan kasus yang berjarak dari kita. Bisa saja ia dialami di lingkungan sekitar kita. Oleh sebab itu, kami berharap melalui rangkaian acara “Mencari Nurani”, bukan solusi instan yang dihasilkan, melainkan bentuk renungan bersama.

 

Mari bergabung dan rapatkan lilin-lilin kita.

 

Kita hadirkan nurani di antara kita.

 

 

 

 

oleh Ikhaputri Widiantini

Latest Events

04 Mon
Nonton_Latihan_Bareng_draft_2_edisi_3__1459408656_70558__1459408656_57883

Teater Sastra UI mempersembahkan “Nonton Latihan”

Auditorium Gd. IX FIB UI 04:00 PM

“Ketika semangat pentas menggebu-gebu, apakah sikap mau berproses bisa mengimbangi?

Learn More
03 Fri
trainstation-1540201-1279x944

Petang Puisi VIII: Pulang

Ruang Serbaguna 4101 05:00 PM

Istilah “pulang” menemui maknanya yang beragam ketika dipertemukan dengan pribadi tertentu dalam konteks tertentu.

Learn More
05 Tue
Poster Karma_Tesas

Teater Sastra UI Mempersembahkan “KARMA”

Auditorium Gd. IX FIB UI 04:00 PM

“Pokoknya Aini harus sembuh!” Tapi doa dan harapan saja tidak cukup untuk mengobati kanker darah yang diderita Aini.

Learn More
26 Thu
Indonesia Timur

Peluncuran dan Diskusi Buku: Indonesia Timur dalam Novel Lukisan Tanpa Bingkai

Auditorium 1101 03:00 PM

Indonesia Timur dalam Novel Lukisan Tanpa Bingkai merupakan karya Ugi Agustono.

Learn More