Skip to content

DEWAN KEPELATIHAN

Maftuh Ihsan (Inisiator & Administrator)

 

Maftuh IhsanBergabung dengan Teater Sastra UI pada awal 2007, Maftuh mengaku banyak belajar dari teater kampus ini yang pada 2014 genap berusia 30 tahun. Mengawali debut panggung pada pementasan “Rumah Bordil Inc.”, pria kelahiran Meureudu, salah satu kota kecil di Aceh, terus mengembangkan aksi keaktoran dan non-aktornya di pementasan “Tragedi Macbeth” di Graha Bhakti Budaya pada 2009. Dia juga ikut bermain dalam pementasan trilogi “Sketsa Robot” dan “Baju Baru Sang Raja”. Kendati kini berprofesi sebagai jurnalis di salah satu media cetak ekonomi terkemuka di Tanah Air, dia masih aktif di Teater Sastra UI dan bersama rekannya Nosa Normanda bertekad mengembangkan website Teater Sastra UI sebagai media pembelajaran teater yang diharapkan bermanfaat bagi para pecinta teater di Indonesia.

 

Nosa Normanda (Inisiator & Editor)

 

Nosa Normanda 2Nosa Normanda bergabung di Teater Sastra UI pada tahun 2005 dan mengawali karir profesionalnya di bidang pengajaran teater pada tahun 2008, ketika bekerja menjadi guru teater, seni lukis dan grafis di High Scope Indonesia High School. Tahun 2009 memulai penelitian antropologi pertunjukkan dan globalisme di kelompok wayang orang Tjipta Budaya, dusun Tutup Ngisor, Merapi dan menyelesaikannya di tahun 2012. Kini Nosa bekerja sebagai dosen Performance Strategy, Introduction to Anthropology dan History of Art di Media and Communication School Binus International. Di luar jam mengajar, Nosa masih melakukan penelitian antropologi dan etnografi visual baik di Merapi ataupun beberapa tempat di Indonesia, aktif di Teater Sastra UI, membuat film independen dan membuat musik independen bersama band Wonderbra. Bersama Maftuh Ihsan, ia menjadi inisiator sekaligus editor tulisan di Teater Sastra UI

 

Herlin Putri

Herlin PutriHerlin Putri adalah dosen muda di Program Studi Inggris, Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya, Universitas Indonesia. Semasa kuliah ia menjabat sebagai ketua Teater Sastra UI (2005—2008). Karya keaktorannya berawal dari lakon The Heartbreaker (2004) yang membawanya meraih penghargaan Pemeran Wanita Terbaik di Petang Kreatif FIB UI 2004. Lakon pertama yang ditulis dan disutradarainya berjudul Manusia Kayu (2011 & 2012) yang menyabet Juara I dan Penyutradaraan Terbaik di Petang Kreatif FIB UI 2011. Adapun karyanya yang mendapat sambutan dari masyarakat luas adalah antologi lakon berjudul Rajam (2013) yang dipentaskan sebagai kampanye anti kekerasaan seksual terhadap perempuan. Saat ini, Herlin aktif bergiat di bidang pengembangan masyarakat berbasis seni dan kreativitas. Pada tahun 2012, ia mendirikan komunitas English Art Lab UI dan mulai menjadi instruktur teater untuk Youth Laboratory Indonesia. Ia tergabung dalam tim periset Teater Garasi untuk lakon Goyang Penasaran (Salihara, 2012). Pada 2013, Herlin meraih beasiswa LPDP RI untuk melanjutkan studi magister bidang Drama and Theatre Education di The University of Warwick, Inggris.

 

Rahadian Adetya

Rahadian Adetya

Sebagai aktor senior yang memiliki jam terbang tinggi di Teater Sastra, Rahadian Adetya dikenal piawai memainkan segala jenis lakon, dari realis hingga lenong. Bergabung bersama Teater Sastra UI sejak tahun 1998, pribadi humoris yang akrab disapa Ade ini memulai debut keaktorannya dalam sebuah pentas eksperimental karya I Yudhi Soenarto berjudul “Rehearsing Shakespeare”. Pada tahun yang sama, ia bermain dalam sebuah lakon karya Bertolt Brecht berjudul “Orang Baik Dari Sezuan”. Karya yang berjudul asli “Der gute Mensch von Sezuan” ini dipentaskan di Fakultas Sastra, Universitas Indonesia dan di Erasmus Huis. Pada tahun 2000-2002, ia memerankan tokoh Hakim Adam dalam “Guci Yang Pecah” karya Heinrich Von Kleist. Karya ini dipentaskannya bersama Teater Sastra UI sebanyak 9 kali selama dua tahun.Ia juga pernah berperan sebagai McDuff dalam pementasan “Macbeth” karya William Shakespeare. Naskah yang diterjemahkan oleh I Yudhi Soenarto ini dipentaskan di Graha Bakti Budaya pada tahun 2009. Selain karya-karya tersebut, Ade bermain dalam Lenong Kampus karya I Yudhi Soenarto, seperti “Ada Apa Dengan Otong?”, “Bom”, dan”Sepeda Mini Hadiah” yang disiarkan di TVRI. Di tengah kesibukannya, Ade kini mendirikan komunitas dan menjadi pembina English Art Lab UI bersama Herlin Putri. Ia memberikan pelatihan dasar keaktoran untuk aktor-aktor muda dan menulis lakon di saat senggang.

Mulyadi Iskandar

Mulyadi IskandarMulyadi Iskandar lahir di pedesaan Bekasi Utara pada tanggal 4 Mei. Ia mulai bergabung dengan teater sastra pada tahun 1997dan masih aktif berkegiatan teater hingga saat ini. Di samping aktif berteater, ia pun aktif sebagai salah satu fasilitator matakuliah MPK-Seni Teater di Universitas Indonesia, juga sebagai pengajar di SMA di daerah depok. Pengalaman aktingnya sudah tak terhitung lagi. Dia telah memainkan banyak lenong, dan selalu menjadi salah satu aktor inti dalam setiap pementasan tahunan Teater Sastra UI. Sebagai salah satu anggota teater sastra yang sudah kawakan dan masih belajar akting, ia memiliki kemampuan yang sangat unik, yakni membuat properti dari berbagai macam barang yang tidak berguna menjadi sesuatu yang memiliki nilai tambah.