Skip to content

NOSTALGIA PUTRI AYUDYA: “Saya akan kembali untuk memberi” (Bagian III – Selesai)

Lady Macbeth dalam Tragedi Macbeth, Graha Bhakti Budaya, TIM

3. Mengikhlaskan

Tiba waktunya saya lulus dan mulai bekerja. Saya juga membangun teater sendiri bersama dua sahabat terbaik hingga kini, Christian Hermawan dan Wulansari Ardianingsih. Teater Psikologi UI (Teko UI).

Teater kami sama sekali tidak berencana menyaingi Teater Sastra UI. Kami rasanya ada di ranah yang berbeda. Berbekal pengetahuan dan cinta di tahun 2007, Teko UI ini terbentuk dan berjalan hingga saat ini.

Waktu itu, saya juga masih berjalan bersama Teater Sastra dengan karya yang semakin menggila, penonton yang tidak ada habisnya berdatangan.

Ketika pengalaman saya semakin banyak, tanpa terasa panggung saya semakin luas—bukan hanya di Teater Sastra, tapi juga panggung-panggung di luarnya.

Saya sudah bermain juga dengan para aktor hebat, membawakan naskah-naskah luar biasa, dan merasakan artistik, kostum, make up, dari tangan orang-orang papan atas Indonesia.

Bermain duet bersama maestro pantomime Prancis, memainkan naskah dari Goenawan Muhammad, merasakan karya keluarga Subijakto, bermain dengan tempaan cahaya dan panas panggung, dan menuliskan karya yang sungguh dipentaskan para pemain handal.

Sehingga saya merasa jadi terus menerima dan menyerap. Saya terus mencerna semua ilmu dan semua pengalaman. Semua berlalu tanpa saya sadari dan tiba-tiba… saya merasa terlalu kenyang untuk terus mengambil.

Saya harus mulai berbagi. Dan untuk berbagi saya harus memperkaya diri. Saya mulai dewasa dan harus bertanggung jawab sebagai orang dewasa. Dunia saya jadi lebih multi-dimensional, dan meluas secara signifikan.

Kalau saya terus di Teater Sastra, saya mulai merasa kehilangan diri sendiri dan akan menjadikan Tesas sebagai identitas saya secara penuh karena saya akan terlalu dimanjakan dengan gelombang pengetahuan yang tiada henti—tanpa ada kemampuan untuk memberi lebih.

Dan saat ini, dengan adanya kepengurusan baru dan para anggota baru lainnya yang selalu beregenerasi, saya merasa bisa rehat sejenak dari taman bermain ini.

Walau begitu, dalam rehat saya semua ingatan ini terus membuat dada saya panas setiap kali memikirkannya. Meski berat, saya putuskan untuk mengambil ilmu dan pelajaran dari luar Teater Sastra—di teater kehidupan. Suatu hari, saya akan kembali untuk memberi.

Semoga saat itu dengan kemajuan Tesas saat ini, pemberian saya bisa berharga. Apa pun itu. Karena saya sungguh menyadari. Saya jatuh cinta. Pada teater.

Pada Teater Sastra.

————————

SELESAI

Putri Ayudya
Putri Ayudya Contributor

Sosok yang mungkin lebih dikenal melalui program televisi ‘Jejak Petualang’ ini adalah salah satu anggota Teater Sastra UI. Putri mengenyam pendidikan S1 di fakultas Psikologi UI pada 2006. Selang dua tahun kemudian, ia menjadi anggota Teater Sastra UI setelah bermain pada pementasan ‘Sayang Aku HIV, Kamu Ngapain Aja?’ (2009). Kemudian aksi panggungnya semakin berkembang dengan menjadi Lady Macbeth dalam ‘Tragedi Macbeth’ karya William Shakespeare yang merupakan hasil terjemahan dan penyutradaraan I. Yudhi Soenarto.

Leave a Reply